Apakah Plastisizer Dalam Industri Pangan Dan Bahayanya?

Plastisizer merupakan salah satu bahan kimia yang ditambahkan untuk meningkatkan beberapa sifat dari polimer, misalnya kemampuan kerja (workability), ketahanan terhadap panas (heat resistance), ketahanan terhadap temperatur rendah (low-temperature resistance), ketahanan terhadap cuaca (weathering resistance), sifat insulasi (insulation properties), ketahanan terhadap minyak (oil resistance), fleksibilitas, plastisistas dan fluiditas, dll.
Terdapat jenis plastisizer atau peliat yang merupakan senyawa yang sangat berbahaya yaitu Diethylhexyl phthalate (DEHP), menurut sistem penamaan IUPAC. Senyawa tersebut juga bisa disebut Bis (2-ethyl hexyl) phthalate (BEHP). Penamaan lain yaitu Diocyl-Phthalate (DOP).


Makanan yang tercemar oleh plastisizer tersebut dapat mengakibatkan penyakit kanker dan leukemia, serta penyakit endocrine disruptors yang dapat memicu ketidaknormalan sistem reproduksi khususnya laki-laki. 
Resiko tersebut dapat terjadi delapan kali lebih tinggi bagi anak-anak di banding laki-laki dewasa. Karena alasan tersebut anak-anak merupakan korban yang paling rentan terkena resiko efek bahan berbahaya DEHP bila senyawa DEHP tersebut terkonsumsi oleh mereka. 
Sebagai tambahan, DEHP ternyata juga dapat mengakibatkan konsumen mengalami irregular rythme jantung (in vitro).
Umumnya pada industri pangan, kecurangan yang terjadi ialah senyawa plastisizer DEHP digunakan sebagai campuran dalam emulsifier. Emulsifier merupakan bahan penolong untuk membuat produk pangan yang terdiri dari lemak dan air agar dapat tercampur dengan baik.



DEHP juga sering digunakan sebagai plastisizer bagi industri produksi plastic PVC (Poly Vinyl Chloride). Tujuan penggunaan DEHP agar plastik menjadi bersifat lebih fleksibel. DEHP dapat meningkatkan plastisistas dan fluiditas dari film plastik. Bila jenis plastik yang digunakan oleh industri pangan yang mengandung plastisizer tersebut langsung bersentuhan dengan makanan, plastisizer dapat bermigrasi masuk kedalam makanan, sehingga makanan tersebut tercemar
Makanan yang tercemar oleh plastisizer apabila melebihi maksimal residu yang telah ditetapkan, harus dilarang untuk diedarkan, dikonsumsi dan harus segera ditarik dari peredaran sesuai dengan regulasi internasional yang dibuat oleh Codex Alimentarius Commission maupun pemerintah setempat. 

Silakan baca artikel terkait Tips Termudah Mengecek Beras Plastik Atau Bukan